Jajal Mesin Tanam Kubota di Cirebon, Wamentan Harapkan Percepatan Tanam

Desa Guwa Lor, Cirebon, Jawa Barat memiliki setidaknya 429 hektar lahan padi. Lahan padi ini memiliki potensi yang luar biasa bila produktifitasnya dapat dimaksimalkan, salah satunya dengan percepatan
tanam. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi dalam kunjungan kerja ke area persawahan di Desa Guwa Lor, seperti dikutip dari iNews (2/12/2021). Wamen Harvick mengajak
gerakan kelompok petani di Desa Guwa Lor untuk mempercepat proses tanam padi menggunakan alat mesin pertanian modern.

“Pertanian modern dengan melibatkan generasi muda menjadi tolok ukur kemajuan suatu negara” kata Harvick kepada para petani di Desa Guwa Lor. Ia menambahkan, generasi muda harus bisa memahami kalau sektor pertanian itu sangat menjanjikan keuntungan. Apalagi saat ini, adanya kemajuan teknologi pertanian, pengawasan lebih mudah dilakukan.


Dalam acara tersebut, Wamen Harvick juga mencoba langsung mesin tanam dari PT Kubota Machinery Indonesia yaitu Kubota Transplanter SPV-6CMD. Alsintan itu merupakan bantuan dari Kementerian
Pertanian yang berfungsi untuk menanam padi agar lebih praktis. “Diharapkan dengan adanya alsintan ini, produksi pangan di Cirebon jadi meningkat,” ujarnya usai menanam benih padi varietas lokal dan varietas Inpari 32 di lahan seluas 1 Hektar itu. Tidak hanya itu, lanjut Harvick, proses pemasaran komoditas pertanian saat ini pun lebih mudah untuk dilakukan dan bisa secara langsung menjangkau pembeli.


“Tidak usah khawatir soal pemasaran. Pemerintah bisa membantu, karena banyak cara untuk memasarkan. Jangan pernah anggap pemerintah tidak perhatian kepada petani” katanya. Sementara, Bupati Cirebon H. Imron Rosadi mengatakan, mayoritas warga di Desa Guwa Lor merupakan seorang petani. Diharapkan, proses regenerasi di desa tersebut bisa berjalan dengan lancar. “Mudah-mudahan petani Kabupaten Cirebon bisa maju dan banyak” katanya.